Mahasiswa Kristen Didorong Jadi Pionir Antikorupsi di Sulut
MANADO — Generasi muda, khususnya mahasiswa Kristen, didorong menjadi pionir dalam gerakan antikorupsi demi mewujudkan Sulawesi Utara (Sulut) yang unggul, berintegritas, dan bermartabat.
Pesan itu disampaikan Gubernur Sulut Yulius Selvanus melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sulut, Steven Liow, dalam kegiatan Bina Mahasiswa Kristen (BMK), Kamis (5/6/2025), di Balai Penjamin Mutu Pendidikan Sulawesi Utara.
Mengangkat tema “Generation of Excellent Integrity and Impactful” (Generasi yang Unggul, Berintegritas, dan Berdampak), kegiatan ini dihadiri mahasiswa Kristen dari berbagai kampus di Sulut.
Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Yulius menegaskan bahwa masa depan bangsa sangat bergantung pada integritas generasi muda.
“Korupsi adalah musuh bersama yang menggerogoti sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Mahasiswa tidak boleh apatis, tetapi harus aktif dalam gerakan antikorupsi, mulai dari hal-hal sederhana seperti kejujuran dalam perkuliahan hingga keberanian menyuarakan kebenaran,” ujar Kadis Steven Liow mengutip pernyataan gubernur.
Mahasiswa Kristen, lanjutnya, tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga harus menjadi pribadi tangguh dan bersih dari praktik-praktik korupsi. Mereka diharapkan mampu menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari dan membawa nilai-nilai positif di tengah masyarakat.
Lebih jauh, komunitas mahasiswa Kristen, termasuk Unit Pelayanan Kerohanian Kristen (UPKK) dari berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Sam Ratulangi, diharapkan menjadi motor penggerak pembentukan karakter dan nilai moral di tengah tantangan zaman.
“Jadilah generasi yang bukan hanya hebat di atas kertas, tetapi juga membawa terang di tengah masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, kita bangun Sulawesi Utara yang lebih baik, adil, dan bermartabat,” pesan Gubernur Yulius. (Riv)



