ManadoSulawesi Utara

Gerakan Dari Rumah, DLH Sulut Edukasi Warga Olah Sampah Jadi Pupuk Kompos

MANADO, Infosindo.com – Sampah rumah tangga tak selalu berakhir di tempat pembuangan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Weldie Poli, mengajak masyarakat mulai mengubah kebiasaan dengan memanfaatkan daun kering, rumput, dan sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos.

Apalagi dalam rencana pemerintah dalam menerapkan WFH dan WFA, mengantisipasi dampak krisis energi yang nantinya ada hari tidak berkendara ke kantor tapi beraktifitas di rumah.

Sehingga waktu itu dapat dimanfaatkan dengan bersih-bersih lingkungan rumah, antara lain membuat pupuk kompos.

Ini juga bagian mendukung visi dan misi Gubernur Sulut Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay, khususnya dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Bapak Gubernur Yulius Selvanus selalu mengingatkan kita pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Ini sejalan mendukung program Indonesia ASRI yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto,” kata Weldie, Sabtu (28/3/2026).

Menurutnya, langkah sederhana ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi lingkungan dan kebutuhan tanaman rumah tangga.

“Cukup siapkan wadah seperti ember, lalu masukkan daun atau rumput yang sudah dibersihkan. Dalam waktu sekitar satu bulan, sudah bisa menjadi media tanam,” ujarnya.

Weldie menekankan bahwa kompos dari bahan alami memiliki banyak keunggulan. Selain ramah lingkungan, pupuk ini juga mampu menyuburkan tanah tanpa bahan kimia, sehingga aman digunakan untuk tanaman hias maupun sayuran di pekarangan.

Gerakan sederhana dari rumah ini menjadi solusi nyata mengatasi persoalan besar penumpukan sampah organik, termasuk mengolah sisa makanan rumah tangga menjadi pupuk yang bernilai guna.

Dengan mengolahnya menjadi kompos, masyarakat tidak hanya berkontribusi menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menciptakan siklus alami yang berkelanjutan.

“Daripada dibuang, lebih baik dimanfaatkan. Stop membakar sampah. Dari halaman rumah, kita bisa mulai menjaga bumi. Ini juga untuk mengedukasi anak-anak untuk cinta lingkungan,” tambahnya.

Langkah ini sekaligus menjadi ajakan agar masyarakat semakin sadar bahwa pengelolaan sampah bisa dimulai dari hal paling sederhana dan dari rumah sendiri. (Liu)

Related Articles

Back to top button