Tinjau Bencana Banjir Bandang di Sitaro, Gubernur YSK Datangi Lokasi Terdampak dan Sapa Pengungsi
SITARO, Infosindo.com – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus Komaling (YSK), turun langsung meninjau dampak banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Selasa (6/1/2026).
Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah provinsi atas bencana alam yang terjadi pada Senin (5/1/2026) dini hari.
Gubernur YSK tiba di Pulau Siau bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut, di antaranya Pangdam XIII/Merdeka dan Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Langi. Rombongan berangkat dari Bandara Sam Ratulangi Manado menggunakan pesawat Susy Air dan mendarat di Bandara Taman Bung Karno Siau.
Setibanya di lokasi, Gubernur YSK langsung bergerak menuju pusat pengungsian di Gedung Museum Daerah Sitaro, Kelurahan Tarorane, Kecamatan Siau Timur. Namun dalam perjalanan, tepatnya di Kelurahan Bahu, Gubernur YSK memutuskan berhenti untuk melihat secara langsung titik terdampak banjir bandang.
Di lokasi tersebut, orang nomor satu di Sulut ini menyaksikan proses pembersihan material lumpur, batu, dan kayu yang dilakukan secara gotong royong oleh aparat gabungan TNI–Polri, pemerintah daerah, serta warga setempat. Ia juga memberikan arahan singkat dan menyemangati petugas di lapangan.
Di Gedung Museum Daerah Sitaro, Gubernur YSK menyempatkan diri berdialog langsung dengan para pengungsi, yang mayoritas berasal dari Kelurahan Bahu. Ia mendengarkan keluhan warga sekaligus memberikan dukungan moril kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Rangkaian peninjauan dilanjutkan ke Puskesmas Ulu Siau, tempat beberapa warga menjalani perawatan akibat luka yang ditimbulkan material banjir bandang. Di fasilitas kesehatan tersebut, Gubernur YSK berdialog dengan pasien dan tenaga medis, memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal.
“Dari hasil peninjauan, kami melihat langsung kondisi terkini para korban, baik yang berada di pengungsian maupun yang dirawat di fasilitas kesehatan,” ujar Gubernur YSK.
Ia menyampaikan bahwa secara umum kondisi para pengungsi dan korban luka berada dalam keadaan stabil, meskipun masih membutuhkan pendampingan, terutama dari sisi psikologis akibat trauma pascabencana.
“Saya bersama Forkopimda hadir di Sitaro sebagai bukti bahwa negara tidak tinggal diam. Pemerintah hadir bersama masyarakat. Saya juga sudah menyampaikan sejumlah arahan dan pesan kepada bupati terkait langkah penanganan lanjutan,” pungkasnya. (Riv)



